Waktu Aplikasi Amistartop untuk Padi

Waktu Aplikasi Amistartop untuk Padi

Waktu Aplikasi Amistartop untuk Padi – Pentingnya menggunakan fungisida Amistartop sebagai penguat pertumbuhan padi tidak bisa diabaikan, karena hal ini berkontribusi signifikan dalam peningkatan berat padi dan pendapatan petani. Oleh karena itu, kapan waktu aplikasi amistartop untuk padi guna mencapai hasil terbaik? Berikut penjelasannya

Salah satu produk andalan PT. Syngenta adalah Fungisida Amistartop 325 SC. Meskipun begitu, PT tersebut juga memiliki pesaing kuat yaitu Fungisida Score 250 EC, yang juga merupakan produk unggulan mereka.

Baca Juga : Manfaat Amistartop untuk Padi

Fungisida Amistartop 325 SC hadir dalam bentuk cairan berwarna putih kekuningan – kuningan yang memiliki sifat larut dalam air. Ketika diaduk dengan air, Fungisida Amistartop 325 SC akan berubah menjadi warna putih susu.

Fungisida Amistartop 325 SC mengandung Difenokonazol dan Azoksistrobin sebagai bahan aktifnya. Kombinasi kedua bahan ini efektif dalam memerangi pertumbuhan jamur pada daun, akar, batang, serta bulir atau buah.

Baca Juga : Manfaat Amistartop untuk Cabe

Waktu Aplikasi Amistartop untuk Padi

Penyemprotan Amistartop hanya perlu dilakukan sekali dalam satu musim tanaman. Aplikasinya dapat dilakukan dua kali, yaitu saat padi berumur sekitar 40-45 hari setelah tanam saat padi sedang dalam fase bunting, dan ketika tanaman padi mencapai 70% masa berbunga atau berumur sekitar 60-65 hari setelah tanam.

Dosis Amistartop untuk Padi

Untuk setiap tangki semprot, dosis yang direkomendasikan adalah 0,5 – 1 ml per liter air (8-16 ml untuk tangki semprot berkapasitas 16 liter). Penyemprotan fungisida sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah embun kering atau sore hari jika kondisi cuaca memungkinkan.

Baca Juga : Perbandingan Fungisida Score Vs Amistartop

Anda dapat mencampur atau menggabungkannya dengan insektisida atau akarisida, karena bahan aktif fungisida ini dapat dicampur tanpa mengurangi kinerjanya yang efektif.

Penutup

Dalam budidaya tanaman, pertumbuhan dan kesehatan tanaman yang subur memiliki nilai investasi yang tinggi. Oleh karena itu, penting untuk segera mengatasi hama dan penyakit sejak ditemukan pertama kali. Semakin cepat kita menemukannya, semakin mudah kita bisa mengatasinya.

Pembudidaya tanaman perlu menggunakan pestisida dengan bijaksana sebagai racun pengendali hama dan penyakit. Hal ini bertujuan untuk mencegah dampak buruk residu pestisida terhadap lingkungan di masa depan. Pastikan penggunaan pestisida sesuai dengan fungsinya yang ditentukan.

Baca Juga : Perbedaan Amistartop Dan Filia

Penting untuk diingat! Jangan tergoda dengan pestisida yang murah tetapi tidak efektif dalam mengatasi hama atau penyakit, karena dapat memiliki dampak negatif bagi lingkungan dengan residu yang tertinggal. Demikian juga, hindari membeli pestisida yang mahal tetapi belum teruji keampuhannya. Oleh karena itu, bijaklah dalam memilih produk pestisida yang tepat.

Itulah informasi mengenai waktu aplikasi amistartop untuk padi. Semoga informasi ini bermanfaat.

About Ayomenanam

Check Also

Perbedaan Antracol Dan Bion M

Perbedaan Antracol Dan Bion M

Perbedaan Antracol Dan Bion M - Dalam dunia pertanian, pengendalian penyakit tanaman merupakan aspek yang sangat krusial dalam meningkatkan hasil panen agar lebih optimal serta meningkatkan kesejahteraan petani. Nah, dua produk fungisida yang sering digunakan dalam upaya pencegahan penyakit tanaman adalah Antracol dan Bion M. Kedua jenis fungisida ini memiliki peran yang berbeda dalam melindungi tanaman dari serangan patogen yang dapat merugikan.