Virus Yang Menyerang Tanaman Padi Sehingga Menjadi Kerdil Adalah

Virus Yang Menyerang Tanaman Padi Sehingga Menjadi Kerdil Adalah

Ayomenanam – Virus yang menyerang tanaman padi sehingga menjadi kerdil adalah virus yang berbentuk batang atau virus batang tungro padi Rice tungro bacilliform virus (RTBV), dan virus berbentuk bulat atau virus bulat tungro padi Rice tungro spherical virus (RTSV).

Baca Juga : Hubungan Yang Tepat Antara Tumbuhan Dengan Cara Penyerbukannya Adalah

Pembahasan

Saat ini sangat penting bagi petani padi untuk memahami dan mengatasi ancaman virus yang dapat merugikan tanaman padi, salah satunya adalah penyakit tungro. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang jenis-jenis virus yang menjadi penyebab penyakit tungro, gejala yang muncul, dan strategi pengendalian yang efektif untuk melindungi tanaman padi dari serangan yang merugikan.

Jenis-Jenis Virus Penyebab Tungro

Penyakit tungro disebabkan oleh dua jenis virus utama, yaitu virus berbentuk batang dan virus berbentuk bulat. Virus berbentuk batang dikenal sebagai Rice tungro bacilliform virus (RTBV), sedangkan virus berbentuk bulat dikenal sebagai Rice tungro spherical virus (RTSV). Kedua virus ini ditularkan oleh beberapa spesies wereng hijau dan wereng daun yang dapat menjadi ancaman serius bagi tanaman padi.

Baca Juga : Bawang Merah Berkembang Biak Dengan Cara ? Berikut Jawabannya

Mengidentifikasi gejala penyakit tungro menjadi langkah awal dalam upaya pencegahan dan pengendalian. Gejala utama penyakit ini terlihat pada perubahan warna daun padi, terutama pada daun muda yang berubah menjadi kuning oranye. Daun muda cenderung menggulung, jumlah anakan berkurang, dan tanaman padi tampak kerdil serta pertumbuhannya terhambat. Gejala ini biasanya muncul sekitar 6 hingga15 hari setelah tanaman terinfeksi dan tanaman muda lebih rentan terhadap infeksi dibandingkan tanaman yang lebih tua.

Strategi Pengendalian Penyakit Tungro

1. Tanam Serempak

Tanam serempak menjadi salah satu strategi efektif yang bisa digunakan untuk mengurangi serangan penyakit tungro. Pola tanam serempak dapat memutus siklus hidup vektor penyakit dan memperpendek waktu keberadaan sumber inoculum. Disarankan untuk melakukan tanam serempak minimal pada luasan 40 ha untuk mengurangi risiko serangan penyakit.

Baca Juga : Lengkuas Berkembang Biak Dengan Cara ? Berikut Jawabannya

2. Pengaturan Waktu Tanam yang Tepat

Menentukan waktu tanam yang tepat juga menjadi salah satu kunci dalam mencegah serangan penyakit tungro. Mengidentifikasi waktu tanam yang ideal berdasarkan fluktuasi populasi wereng hijau, keberadaan virus tungro, dan faktor iklim, terutama curah hujan. Tanaman padi yang berumur kurang dari 45 hari setelah tanam akan rentan terhadap serangan tungro, sehingga waktu tanam harus diatur agar tanaman berumur lebih dari 45 hari saat ancaman tungro mulai mencapai puncaknya.

3. Tanam Jajar Legowo

Penerapan tanam jajar legowo dapat menciptakan kondisi mikro di bawah kanopi tanaman yang kurang mendukung perkembangan patogen. Pola tanam ini juga dapat membatasi perpindahan aktif wereng hijau antar rumpun, membatasi penularan dan penyebaran penyakit tungro.

Baca Juga : Tumbuhan Kunyit Temulawak Lengkuas dan Jahe Berkembang Biak Dengan

4. Penggunaan Varietas Tahan Terhadap Wereng

Pemilihan varietas padi yang tahan terhadap wereng hijau merupakan langkah krusial dalam pengendalian penyakit tungro. Varietas tahan diklasifikasikan berdasarkan gen tahan yang dimilikinya. Di berbagai wilayah di Indonesia, berbagai varietas tahan dari golongan T1 hingga T4 dapat diusulkan sesuai dengan adaptasinya terhadap populasi wereng hijau.

5. Eradikasi Sumber Inokulum

Sumber inokulum, termasuk tanaman inang turiang, gulma, dan beberapa jenis padi liar harus dihilangkan untuk menghindari penyebaran penyakit tungro. Eradikasi pada tahap pratanam sangat penting untuk menekan sumber inoculum primer dan menghindari infeksi awal virus tungro.

Baca Juga : Pemilihan Lahan Budidaya Tanaman Sayuran Hendaknya Memenuhi 

6. Penggunaan Insektisida

Penyemprotan insektisida menjadi salah satu taktik yang tepat dalam mengendalikan populasi wereng hijau. Penggunaan insektisida organik terutama berbasis observasi populasi wereng hijau dapat dilakukan pada fase pesemaian dan saat tanaman berumur sekitar tiga minggu setelah tanam.

Kesimpulan

Virus yang menyerang tanaman padi sehingga menjadi kerdil adalah virus batang tungro padi Rice tungro bacilliform virus (RTBV), dan virus berbentuk bulat atau virus bulat tungro padi Rice tungro spherical virus (RTSV). Penanganan penyakit tungro pada tanaman padi membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan terpadu. Dengan memahami gejala, mengenali jenis-jenis virus penyebab, dan menerapkan strategi pengendalian yang tepat, petani padi dapat melindungi tanaman mereka dari serangan penyakit yang merugikan. Tanam serempak, pengaturan waktu tanam, tanam jajar legowo, pemilihan varietas tahan, eradikasi sumber inokulum, dan penggunaan insektisida merupakan langkah-langkah kunci dalam meminimalkan risiko penyakit tungro dan menjaga produktivitas pertanian padi di Indonesia.

Baca Juga : Mata Tunas Pada Tanaman Cocor Bebek Akan Muncul Di Bagian

Demikianlah informasi mengenai virus yang menyerang tanaman padi sehingga menjadi kerdil adalah. Semoga informasi ini bermanfaat.

About Ayomenanam

Check Also

Manfaat Adanya Standarisasi Produk Bagi Produsen Dan Konsumen

Manfaat Adanya Standarisasi Produk Bagi Produsen Dan Konsumen

Manfaat Adanya Standarisasi Produk Bagi Produsen Dan Konsumen - Standarisasi produk memiliki peranan krusial dalam dunia produksi dan konsumsi. Dengan adanya standarisasi, produsen dan konsumen sama-sama merasakan berbagai manfaat yang signifikan. Artikel ini akan membahas manfaat adanya standarisasi produk, fokus pada bagaimana mutu dan kualitas produk terjaga, sementara konsumen mendapatkan perlindungan optimal.