Pupuk Kocor Untuk Tanaman Cabe

Pupuk Kocor Untuk Tanaman Cabe

Pupuk Kocor Untuk Tanaman Cabe – Budidaya cabai merupakan salah satu sektor pertanian yang menarik dengan potensi keuntungan yang besar. Harganya seringkali melonjak tajam pada waktu tertentu, namun juga bisa merosot hingga menjadi tidak berharga.

Situasi ini tentu menjadi tantangan bagi para petani yang berkecimpung dalam budidaya cabai. Meskipun fluktuasi harga cabai sering terjadi, permintaan akan cabai tetap tinggi di pasar. Selain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, cabai juga menjadi bahan baku penting di industri pangan dan farmasi.

Baca Juga : Perbedaan Pupuk Hantu Tutup Putih dan Biru

Faktor permintaan yang tinggi ini menciptakan peluang besar bagi petani lokal untuk terlibat dalam budidaya cabai.

Seperti halnya dalam budidaya tanaman lainnya, keberhasilan budidaya cabai sangat bergantung pada teknik perawatan dan pemeliharaan yang tepat. Untuk merawat dan memelihara tanaman cabai dengan baik, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan, antara lain pengolahan lahan, penyiraman, pemberian pupuk dasar, pemupukan susulan, penggunaan pupuk yang sesuai, serta penanganan hama dan penyakit.

Dalam artikel ini, kami akan membagikan informasi tentang cara dan dosis pemupukan yang optimal untuk tanaman cabai, khususnya dengan menggunakan sistem kocor. Dengan mengikuti petunjuk ini, diharapkan tanaman cabai yang Anda budidayakan dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah cabai berkualitas tinggi.

Baca Juga : Pupuk Ultradap Untuk Cabe

Keunggulan Sistem Kocor

Tanaman cabai membutuhkan suplai nutrisi yang memadai agar dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal. Selain pemakaian pupuk dasar, tanaman cabai juga membutuhkan pemupukan tambahan yang diberikan setelah penanaman hingga tanaman siap berbuah.

Tujuan dari pemupukan tambahan ini adalah untuk mencegah kekurangan nutrisi pada tanaman cabai selama periode pertumbuhan vegetatif hingga berbuah.

Baca Juga : Dosis dan Kandungan Pupuk ULTRADAP

Pemupukan dapat diartikan sebagai tindakan untuk menambahkan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman. Pada dasarnya, pemupukan bertujuan untuk menjaga dan memperbaiki kesuburan tanah, yang pada akhirnya akan memberikan nutrisi yang cukup bagi tanaman.

Secara umum, terdapat dua metode pemupukan yang umum digunakan pada tanaman cabai, yaitu metode penyiraman dan metode penaburan. Dalam kesempatan ini, kita akan membahas secara rinci mengenai metode pemupukan melalui penyiraman.

Keunggulan metode penyiraman ini meliputi kemampuannya untuk mempercepat pertumbuhan tanaman, mempercepat pembentukan bunga dan daun, serta menghasilkan buah yang melimpah dengan penggunaan waktu dan pupuk yang lebih efisien.

Baca Juga : Dosis Pupuk Urea Per Liter Air

Pemupukan Cabai Sistem Kocor

Pemupukan pada tanaman cabai dilakukan saat usia tanaman mencapai 0-7 hari setelah tanam (HST).

Metode pemupukan yang digunakan adalah melalui sistem kocor, dengan pemberian pupuk cair + Tricoderma sp. Dosis yang dianjurkan adalah 10 ml/liter + 10 ml/liter, yang kemudian dikocorkan pada pangkal batang tanaman sebanyak 250 ml/tanaman.

Baca Juga : Kandungan Pupuk Yaramila

Pemupukan Susulan I (Umur 10 HST) – Dosis 4 kg

Pada tahap pemupukan ini, larutkan pupuk NPK 16 sebanyak 4 kg dalam 250 liter air. Kemudian kocorkan pada tanaman cabai dengan dosis 250 ml/tanaman.

Pemupukan Susulan II (Umur 17 HST) – Dosis 6 kg

Lakukan pemupukan ini dengan sistem kocor. Naikkan sedikit dosisnya menjadi 6 kg pupuk NPK 16 yang dilarutkan dalam 250 liter air. Kocorkan pada tanaman cabai dengan dosis 250 ml/tanaman.

Baca Juga : Manfaat dan Kandungan Pupuk Kamas

Pemupukan Susulan III (Umur 24 HST) – Dosis 8 kg

Pemupukan susulan ketiga dapat dilakukan dengan cara dikocor atau ditabur. Gunakan pupuk sebanyak 1 kg Urea, 4 kg NPK, 1 kg KNO Putih, 1 kg TSP, dan 1 kg MKP (total 8 kg). Larutkan pupuk-pupuk tersebut dalam 250 liter air, lalu kocorkan sebanyak 250 ml/tanaman ke dalam lubang yang sudah dibuat di sebelah kiri dan kanan tanaman, dengan jarak 15 cm dari batang. (Jika tidak menggunakan mulsa, pupuk dapat ditaburkan di sekeliling tanaman dengan jarak 15 cm dari batang, kemudian tutup dengan tanah).

Pemupukan Susulan IV (Umur 30 HST) – Dosis 10 kg

Pada pemupukan susulan keempat, tambahkan dosis sebagai berikut: 1 kg pupuk Urea, 4 kg NPK, 2 kg KNO Putih, 2 kg TSP, dan 1 kg MKP (total 10 kg). Larutkan dalam 250 liter air, kemudian kocorkan pada tanaman dengan dosis dan cara yang sama seperti tahap pemupukan sebelumnya.

Baca Juga : Dekamon VS Atonik

Pemupukan Susulan V (Umur 40 HST) – Dosis 12 kg

Gunakan pupuk sebanyak 6 kg NPK, 2 kg KNO Putih, 2 kg TSP, dan 2 kg MKP. Larutkan dalam 250 liter air, lalu kocorkan pada tanaman dengan dosis dan cara yang sama seperti tahap pemupukan sebelumnya.

Pemupukan Susulan VI (Umur 50 HST) – Dosis 15 kg

Pada tahap pemupukan susulan keenam, gunakan pupuk sebanyak 8 kg NPK, 2 kg KNO Putih, 3 kg TSP, dan 2 kg MKP. Larutkan dalam 250 liter air, kemudian kocorkan pada aman dengan dosis dan cara yang sama seperti tahap pemupukan sebelumnya.

Baca Juga : Cara Membuat EM4 Dari Nasi

Pemupukan Susulan VII (Umur 60 HST)

Pemupukan susulan ketujuh dan seterusnya hingga masa panen cabai dapat dilakukan dengan cara dan dosis yang sama seperti pada pemupukan susulan ke enam, dengan interval waktu 10 hari sekali.

Pemupukan susulan ini akan terus dilakukan sampai tanaman mencapai panen ke tujuh. Setelah itu, pemupukan susulan tidak diperlukan lagi karena produktivitas tanaman secara otomatis akan menurun. Namun, untuk varietas tertentu, pemupukan dapat terus dilakukan hingga waktu yang tidak ditentukan.

Baca Juga : Dosis Gandasil D Per Tangki

Demikianlah informasi mengenai Pupuk Kocor Untuk Tanaman Cabe. Terima kasih atas kunjungannya. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini agar dapat bermanfaat bagi teman-teman lainnya.

About Ayomenanam

Check Also

Bagaimana Kualitas Air Yang Dapat Digunakan Untuk Menyiram Tanaman

Bagaimana Kualitas Air Yang Dapat Digunakan Untuk Menyiram Tanaman ? Berikut Jawabannya

Bagaimana Kualitas Air Yang Dapat Digunakan Untuk Menyiram Tanaman - Air merupakan elemen yang sangat penting yang mendukung kehidupan, bukan hanya bagi manusia tetapi juga bagi tanaman. Ketersediaan air yang memadai memengaruhi segala aktivitas makhluk hidup. Kehidupan manusia sangat bergantung pada air. Selain sebagai sumber hidrasi, air juga mendukung berbagai kegiatan manusia sehari-harinya. Upaya pelestarian lingkungan untuk mendapatkan air bersih dan berkualitas menjadi hal yang sangat diperlukan.