Jenis Padi Inpari Yang Paling Bagus

Jenis Padi Inpari Yang Paling Bagus

Jenis Padi Inpari Yang Paling Bagus – Padi INPARI merupakan salah satu jenis padi ternama di beberapa negara, yang menjadi sumber utama makanan pokok sehari-hari dan ladang penghasilan bagi masyarakat. INPARI sendiri merupakan singkatan dari “inbrida padi sawah irigasi,” dan keberadaannya menunjukkan bahwa pertanian di Indonesia semakin maju dan berkembang.

Kemajuan pertanian ini memberikan banyak pilihan kepada para petani untuk menanam komoditas terbaik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu keunggulan utama dari padi INPARI adalah karena jenis inbrida yang ditanam di sawah.

Baca Juga : Varietas Padi IR 64

Selain itu, padi INPARI memiliki tingkat kemurnian dan homozigositas tinggi karena proses penyerbukan sendiri. Hal ini membuatnya lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit, sehingga hasil panennya menjadi lebih maksimal.

Dengan berbagai keunggulan ini, beberapa jenis padi INPARI telah melewati proses pemuliaan sehingga memberikan hasil yang lebih baik. Di Indonesia, banyak jenis padi INPARI yang dibudidayakan di lahan sawah, mencerminkan keberagaman sumber daya pertanian negara dengan sebutan “thousand islands”.

Berikut adalah beberapa contoh jenis padi INPARI yang tersebar di Indonesia dan menjadi pilihan petani dalam mengembangkan pertanian yang lebih baik dan berkelanjutan.

Baca Juga : Padi Wangi atau Padi Pandan Wangi Indonesia

Dirilis pada tahun 2010, INPARI 13 memiliki tingkat kerontokan dan kerebahan yang moderat, serta memberikan tekstur nasi yang pulen. Dapat tumbuh dengan baik di lahan sawah dataran rendah, ketinggian 0-600 mdpl.

INPARI 16

Masa tanam padi INPARI 16 sekitar 118 hari setelah sebar. Varian ini memiliki indeks glikemik rendah dan kadar amilosa sebesar 22,7%. Nasi dari padi ini juga tergolong pulen seperti beberapa varietas lainnya.

INPARI 46

INPARI 46 memiliki bentuk tanaman tegak dengan tinggi sekitar 101,5 cm. Nasi yang dihasilkannya memiliki tekstur pulen, dan varietas ini juga cukup tahan terhadap hama wereng batang cokelat biotipe 1.

INPARI 48

INPARI 48 merupakan salah satu varietas padi INPARI terbaik. Padi ini dihasilkan dari persilangan varietas yang tahan terhadap penyakit blas daun dan varietas yang tahan terhadap wereng cokelat. Bibitnya tersedia di pasaran dengan harga sekitar Rp100.000,00 per lima kilogram.

Baca Juga : Varietas Padi Tahan Rebah

INPARI 79

Kandungan amilosa pada INPARI 79 sekitar 22,6%. Padi ini memiliki bentuk gabah yang gemuk dan tumbuh dengan tanaman tegak. Benihnya dapat dibeli melalui situs elektronik komersial di Indonesia dengan harga sekitar Rp150.000,00 per lima kilogram.

INPARI 38

Padi INPARI 38 memiliki masa tanam sekitar 115 hari setelah sebar, dan rata-rata hasil panennya sekitar 5,71 ton per hektar gabah kering giling (GKG).

INPARI 39

Padi varietas INPARI 39 memiliki kemiripan dengan INPARI 38 dalam hal umur tanaman, yaitu sekitar 115 hari setelah sebar. Varietas ini juga menunjukkan hasil panen yang cukup baik, mencapai rata-rata sekitar 5,89 ton per hektar Gabah Kering Giling (GKG).

Baca Juga : Padi Ketan Grendel

INPARI 10

INPARI 10 memiliki banyak kesamaan dengan varietas IR64, baik dari segi jumlah anakan yang produktif, kepulenan, hingga tinggi tanaman. Selain itu, padi ini juga tahan terhadap serangan penyakit kresek.

INPARI 19

Padi INPARI 19 cocok untuk ditanam di lahan tadah hujan dan irigasi dengan ketinggian antara 0 hingga 600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Hasil panennya pun mencapai rata-rata sekitar 6,7 ton per hektar GKG.

INPARI 31

Jenis padi INPARI 31 sangat cocok untuk ditanam di sawah irigasi dataran rendah dengan ketinggian 0-600 mdpl. Rata-rata hasil panen dari varietas ini mencapai 6 ton per hektar GKG.

Baca Juga : Padi Mekongga VS Ciherang

INPARI 8

Padi INPARI 8 memiliki bentuk tanaman dan daun bendera yang tumbuh tegak. Umur tanamannya sekitar 115 hari setelah sebar.

INPARI 1

Padi INPARI 1 juga memiliki ciri-ciri bentuk tanaman dan daun bendera yang tegak. Umur tanaman untuk varietas ini sekitar 108 hari setelah sebar.

INPARI 36

Tahun 2015 menjadi tahun pelepasan padi varietas INPARI 36 yang berhasil mencatat rata-rata hasil panen sekitar 6,7 ton per hektar GKG.

Baca Juga : Benih Jagung Hibrida Umur Pendek

INPARI 34

Varian INPARI 34 memiliki tingkat ketahanan yang agak baik terhadap hama wereng cokelat biotipe 1.

INPARI 7

Jenis padi INPARI 7 sudah dilepas sejak tahun 2009 dan menunjukkan potensi hasil sekitar 8,7 ton per hektar GKG.

INPARI 18

Padi varietas INPARI 18 telah dilepas sejak tahun 2011 dan memiliki potensi hasil yang mencapai sekitar 9,5 ton per hektar GKG.

INPARI 64

Salah satu keunggulan padi INPARI 64 adalah ketangguhannya terhadap virus kerdil rumput, menjadikannya pilihan yang tepat untuk mengatasi masalah ini.

Baca Juga : Teknik Budidaya Melon Terbaru

INPARI 12

INPARI 12 memiliki siklus hidup tanaman sekitar 103 hari, dengan potensi hasil yang mengagumkan mencapai 8 ton per hektar GKG.

INPARI 14

Tidak ketinggalan, padi INPARI 14, yang dirilis pada tahun 2011, memiliki ketahanan yang memadai terhadap blas ras 033 dan 133.

Baca Juga : Jarak Tanam Pare

INPARI 6

Sejak tahun 2008, padi INPARI 6 telah menjadi favorit petani dengan bentuk gabah yang sedang dan ramping. Rata-rata hasil mencapai 6,82 ton per hektar GKG, sementara potensinya mencapai 12 ton per hektar GKG.

INPARI 40

Menariknya, seribu butir padi INPARI 40 memiliki berat sekitar 25,03 gram dan mampu menghasilkan potensi panen sekitar 9,6 ton per hektar GKG. Rata-rata hasilnya mencapai 5,79 ton per hektar GKG.

INPARI 20

Padi INPARI 20 menonjolkan bentuk gabahnya yang ramping dan bentuk tanaman yang tegak. Dengan rata-rata hasil mencapai 6,4 ton per hektar GKG, dan potensi hasil mencapai 8,8 ton per hektar GKG.

Baca Juga : Tumbuhan Yang Mengandung Nitrogen Tinggi

INPARI 45

Varian padi INPARI 45 yang terbaru dirilis pada tahun 2019. Bobot 1000 butirnya sekitar 27,8 gram, cocok ditanam pada ketinggian 0-600 meter di atas permukaan laut. Keunggulan lainnya adalah jumlah isi per malainya yang mencapai sekitar 140 butir dan potensi hasil panen mencapai 9,5 ton per hektar. Kualitas unggul yang dimilikinya menjadikan padi INPARI 45 sebagai benih yang sangat diandalkan untuk meningkatkan kualitas panen secara signifikan.

Baca Juga : Budidaya Padi Sertani

Demikianlah informasi mengenai Jenis Padi Inpari Yang Paling Bagus. Semoga informasi ini bermanfaat.

About Ayomenanam

Check Also

Berikut Ini Yang Bukan Merupakan Hak Oktroi VOC Adalah

Berikut Ini Yang Bukan Merupakan Hak Oktroi VOC Adalah

Ayomenanam - Berikut ini yang bukan merupakan hak oktroi VOC adalah a. mengedarkan mata uang b. mengadakan perjanjian dengan penguasa setempat c. mengangkat gubernur jenderal d. memiliki tentara e. mengumumkan perang Jawaban dari pertanyaan di atas adalah c. mengangkat gubernur jenderal