Golongan Herbisida Selektif Untuk Singkong dan Berbagai Jenis Tanaman

Golongan Herbisida Selektif Untuk Singkong

Golongan Herbisida Selektif Untuk Singkong dan Berbagai Jenis Tanaman –¬†Herbisida selektif merupakan solusi efektif dalam mengontrol pertumbuhan tanaman spesifik. Penggunaan Herbisida selektif menjadi sangat penting dalam pertanian, khususnya pada tanaman budidaya seperti padi, jagung, dan singkong. Keunggulan utama Herbisida selektif adalah kemampuannya untuk menghancurkan gulma tanpa merusak tanaman budidaya yang diinginkan.

Anda dapat mengklasifikasikan Herbisida selektif berdasarkan kelompoknya, termasuk Diuron, Ametrin, Oksifluorfen, Klomazon, dan Karfentrazon.

Baca Juga : Kegunaan Fungisida Topsin 500 SC

Herbisida Ametrin

Ametrin adalah herbisida selektif yang sangat efektif dalam mengatasi pertumbuhan gulma pada tanaman tebu, nanas, pisang, jagung, dan kentang.

Sebagai salah satu anggota kelompok herbisida triazine, Ametrin dikategorikan sebagai herbisida golongan methiltio-s-triazine. Keunikan dari herbisida ini adalah kemampuannya untuk mengendalikan pertumbuhan gulma baik sebelum maupun setelah tanaman utama tumbuh.

Baca Juga : Fungsi Insektisida Sankill 530/60 EC Untuk Berbagai Tanaman

Herbisida Diuron

Herbisida diuron memiliki sifat sistemik yang menarik. Biasanya, herbisida ini diserap melalui akar dan kemudian berpindah ke daun melalui batang.

Namun, sekali herbisida diuron digunakan melalui daun, tidak ada perpindahan lagi. Di dalam tubuh tanaman, diuron mengalami degradasi, terutama melalui pelepasan gugus metil.

Baca Juga : Insektisida Belt Expert 480SC

Efek herbisida diuron terutama terlihat pada reaksi Hill dalam proses fotosintesis, terutama pada fotosistem II. Akibatnya, pembentukan ATP dan NADPH terganggu.

Diuron adalah jenis herbisida yang berasal dari turunan urea. Keunikan dari herbisida ini adalah sifat selektifnya, dan biasanya digunakan melalui tanah, meskipun ada beberapa kasus di mana penggunaannya melalui daun.

Baca Juga : Keunggulan Herbisida Tabas 400SC

Herbisida Oksifluorfen

Pada tahun 1975, ditemukan herbisida yang mengandung bahan aktif Oksifluorfen, sebuah inovasi dalam dunia pertanian. Dalam klasifikasi HRAC (Herbicide Resistance Action Committee), herbisida ini termasuk dalam golongan E yang juga dapat ditemukan dalam penggolongan WSSA dengan kode golongan 14, yang disebut sebagai diphenyl ester. Oksifluorfen, sebagai herbisida auksin sintetis, memiliki sifat yang mirip dengan asam indolylacetic, memberikan keunggulan dalam pengendalian gulma yang efektif.

Baca Juga : Furadan VS Regent, Inilah Perbandingannya

Herbisida Klomazon

Hingga saat ini, terdapat lima merek herbisida selektif yang mengandung bahan aktif klomazon yang patut diperhatikan. Merek-merek ini meliputi WISH 590 EC, HOLDOWN 430 CS, CONDUCTOR 480 EC, COMMAND 480 EC, dan METRIC 250 ZC.

Baca Juga : Waktu Aplikasi Fungisida Sinergy 300 EC

Herbisida Karfentrazon

Herbisida Klomazon menawarkan 5 merek dagang yang tersedia untuk perdagangan. Namun, herbisida dengan bahan aktif Karfentrazon menawarkan 6 merek yang menarik perhatian, yaitu Herbiaida HERBISTAR 380/40/8 ME, Glufostar 135/40/7 ME, Glyforora 365 EW, Coracle 300 EC, Canzone 40 WG, dan Affinity 52.6 MUP.

Baca Juga : Jenis Akarisida Terbaik untuk Cabe, Tomat, Jeruk, dan Tanaman Lainnya

Kelima merk herbisida selektif di atas menawarkan kemampuan dan keunggulan yang beragam pada masing-masing produknya. Demikianlah informasi mengenai Golongan Herbisida Selektif Untuk Singkong dan Berbagai Jenis Tanaman. Terima kasih atas perhatiannya.

About Ayomenanam

Check Also

Perbedaan Antracol Dan Bion M

Perbedaan Antracol Dan Bion M

Perbedaan Antracol Dan Bion M - Dalam dunia pertanian, pengendalian penyakit tanaman merupakan aspek yang sangat krusial dalam meningkatkan hasil panen agar lebih optimal serta meningkatkan kesejahteraan petani. Nah, dua produk fungisida yang sering digunakan dalam upaya pencegahan penyakit tanaman adalah Antracol dan Bion M. Kedua jenis fungisida ini memiliki peran yang berbeda dalam melindungi tanaman dari serangan patogen yang dapat merugikan.