Fungsi Dithane M45 80 WP Untuk Tanaman

Fungsi Dithane M45 80 WP Untuk Tanaman

Fungsi Dithane M45 80 WP Untuk Tanaman – DITHANE-M45 80 WP adalah fungisida dengan kandungan mancozeb 80%. Produk ini berbentuk tepung berwarna kuning keabu-abuan yang mudah disuspensikan. Fungisida ini sangat efektif dalam mengatasi masalah jamur/cendawan pada berbagai tanaman, seperti apel, bawang, bawang merah, bawang putih, cabai, cengkeh, kakao, kacang tanah, karet, kedelai, kelapa, kentang, kina, kopi, panili, padi, petsai, rosella, tembakau, teh, dan tomat.

Bahan aktif mankozeb yang terdapat dalam formulasi ini dapat diandalkan untuk efektif dalam melawan dan mengendalikan berbagai jenis penyakit yang sering menyerang tanaman, seperti bercak daun, busuk buah, busuk akar, busuk batang, penyakit karat, dan infeksi cendawan lainnya.

Baca Juga : Dosis dan Kegunaan Fungisida Nativo untuk Tanaman

Fungisida ini dibuat oleh PT. Dow Agro Sciences Indonesia, sebuah perusahaan yang telah menghasilkan pestisida unggulan seperti CLINCHER 100 EC, CLOSER 240 SC, DMA 6 825 SL, DURSBAN 200 EC, ENDURE 120 SC, INDAR 240 SC, TOPSHOT 60 OD, dan berbagai produk lainnya yang berkualitas.

Dithane M45 adalah fungisida yang memiliki spektrum luas dalam mengatasi penyakit tanaman. Fungisida ini bekerja secara langsung pada jamur/cendawan, sehingga sangat efektif dalam pengendalian penyakit pada tanaman.

Baca Juga : Dosis Plenum untuk Padi dan Cabai

Keistimewaan dan Keunggulan Dithane M45 80 WP

Mudah larut dalam air

Bahan aktif mankozeb dalam Dithane-M45 memiliki bentuk tepung dan diberi kode formulasi WP (Werrable Powder), yang mengindikasikan bahwa tepung tersebut memiliki ukuran partikel yang sangat halus. Oleh karena itu, sebelum digunakan, bahan tersebut perlu diaduk terlebih dahulu ke dalam air.

Walaupun umumnya fungisida berbentuk WP memerlukan pengadukan yang cukup lama agar bahan aktifnya terlarut sepenuhnya, Dithane-M45 hanya membutuhkan pengadukan sejenak karena mudah dan cepat larut dalam air.

Baca Juga : Waktu Aplikasi Amistartop untuk Padi

Berspektrum luas

Dengan jangkauan yang luas dan efektif terhadap berbagai jenis cendawan, Fungisida ini memiliki kemampuan untuk mengendalikan beberapa varietas cendawan yang spesifik, termasuk Podosphaera leucontricha yang menyebabkan Embun Tepung, Alternaria alii dan Cercospora sp. yang menjadi penyebab bercak daun, serta Colletotrichum sp. yang menyebabkan Antraknosa (Patek). Selain itu, masih terdapat beberapa jenis jamur lainnya yang juga dapat diatasi.

Efektif dan Optimal

Dengan efisiensi yang tinggi dan hasil yang maksimal, penyakit jamur dapat dikendalikan dengan cepat sehingga tidak mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Baca Juga : Fungsi dan Keunggulan Emacel 30EC

Harga Ekonomis

Dengan harga berkisar antara Rp. 25.000 hingga Rp. 27.000, pestisida ini menawarkan daya jangkau yang luas, sehingga terjangkau untuk penggunaan ukuran 200 gram. Tersedia 3 pilihan ukuran yang dapat dibeli di toko pertanian:

  • Ukuran 200 gram dengan harga berkisar Rp. 25.000 – 28.000
  • Ukuran 500 gram dengan harga berkisar Rp. 50.000 – 52.000
  • Ukuran 1 Kg dengan harga berkisar Rp. 100.000 – 103.000

*Harga tersebut bisa berubah kapan saja.

Baca Juga : Manfaat Amistartop untuk Padi

Dosis rendah

Dengan menggunakan dosis rata-rata hanya 5 gram per liter air saat penggunaan, maka hanya dibutuhkan sekitar 700 gram dosis Dithane untuk mengolah lahan seluas 1 hektare.

Fungsi Fungisida DITHANE M45 80WP

Menurut informasi yang terdapat di situs resmi PT. Dow Agro Sciences Indonesia, terdapat setidaknya 22 jenis tanaman yang dapat diperlakukan menggunakan pestisida ini. Beberapa contohnya adalah apel, bawang daun, bawang merah, bawang putih, cabai, cengkeh, kakao, kacang tanah, karet, kedelai, kelapa, kentang, kina, kopi, panili, padi, petsai, rosella, tembakau, teh, dan tomat.

Baca Juga : Fungisida Penguat Batang Padi

Dithane dapat diterapkan melalui penyemprotan atau penyemprotan semprotan, sementara dosisnya dapat disesuaikan dengan jenis tanaman dan tingkat keparahan penyakit. Di bawah ini adalah dosis dan metode aplikasi yang dianjurkan untuk setiap tanaman.

Dalam mengoperasikan Dithane, ada opsi penggunaan yang bisa dipilih, yaitu melalui penyemprotan atau spray. Sementara itu, dosis yang digunakan akan disesuaikan dengan jenis tanaman dan tingkat keparahan penyakitnya. Di bawah ini terdapat informasi mengenai dosis yang disarankan serta cara pengaplikasiannya pada setiap jenis tanaman.

Baca Juga : Fungsi Anvil 50 SC, Solusi Terbaik untuk Perlindungan Tanaman dari Jamur

Fungisida Dithane-M45 Untuk Tanaman

Padi

Penyakit blast, juga dikenal sebagai penyakit bercak daun, seringkali menginfeksi tanaman padi saat mendekati masa panen. Keberadaan penyakit ini ditandai dengan munculnya bercak coklat di sekitar daun padi. Jika jamur ini dibiarkan, dampaknya dapat mengurangi hasil produksi hingga sekitar 30%.

Dithane dapat efektif digunakan dalam perlindungan tanaman padi dengan menyemprotkannya pada area padi pada pagi hari ketika stomata terbuka (sebelum pukul 10 pagi). Penggunaan dosis sebesar 1,5 hingga 3 gram per liter air akan memberikan hasil yang optimal.

Baca Juga : Dosis Virtako Per Tangki Untuk Tanaman Padi

Bawang Merah

Bercak daun ungu adalah sebuah kondisi yang sangat merugikan bagi pertumbuhan bawang merah, selain mampu mengurangi kualitasnya. Jika tidak ditangani dengan tindakan yang serius, penyakit ini dapat berakibat fatal dengan menghancurkan hasil panen secara menyeluruh.

Gunakanlah fungisida ini dengan dosis 3 – 6 gram per liter air yang disemprotkan dengan volume tinggi untuk mengendalikan jamur yang menyebabkan penyakit ini.

Cabai

Pada pertanaman cabai, Fungisida Dithane M45 dapat digunakan sebagai pengobatan untuk mengatasi bercak daun dengan dosis 3 – 6 gram per liter air melalui penyemprotan dengan volume yang cukup besar.

Baca Juga : Dosis dan Cara Pakai Roundup 486 SL

Tanaman Lainnya

Apel: Menghadapi masalah bercak daun (Dosis semprot yang disarankan: 1,5 – 3 g/l)
Bawang: Terkena penyakit bercak ungu (Dosis semprot yang disarankan: 1 – 2 kg/ha)
Bawang merah: Rentan terhadap penyakit bercak ungu (Dosis semprot yang disarankan: 3 – 6 g/l)
Bawang putih: Rentan terhadap penyakit bercak ungu (Dosis semprot yang disarankan: 3 – 6 g/l)
Cabai: Terinfeksi penyakit bercak daun (Dosis semprot yang disarankan: 3 – 6 g/l)
Cengkeh di pembibitan: Menghadapi masalah bercak daun (Dosis semprot yang disarankan: 1 – 1,8 kg/ha)
Kacang tanah: Terkena penyakit bercak daun (Dosis semprot yang disarankan: 1 – 2 kg/ha)
Kakao: Menderita penyakit busuk buah (Dosis semprot yang disarankan: 0,8 – 1,2 kg/ha)
Karet di pembibitan: Rentan terhadap penyakit gugur daun (Dosis semprot yang disarankan: 0,5 – 1 kg/ha)
Kedelai: Terinfeksi penyakit karat daun (Dosis semprot yang disarankan: 1,5 – 3 g/l)
Kelapa: Menghadapi masalah bercak daun (Dosis semprot yang disarankan: 2 g/l)
Kentang: Terkena penyakit busuk daun (Dosis semprot yang disarankan: 1,2 – 2,4 kg/ha)
Kina: Terinfeksi penyakit mopog (Dosis semprot yang disarankan: 4,5 – 6,3 kg/ha)
Kopi: Rentan terhadap penyakit karat daun (Dosis semprot yang disarankan: 0,3 – 0,6 kg/ha)
Padi: Mengalami masalah bercak daun (Dosis semprot yang disarankan: 1,5 – 3 g/l)
Petsai: Menghadapi masalah bercak daun (Dosis semprot yang disarankan: 1 – 2 kg/ha)
Rosela: Menderita penyakit busuk kaki (Dosis semprot yang disarankan: 1,5 – 2,7 kg/ha)
Teh: Rentan terhadap penyakit ccar daun (Dosis semprot yang disarankan: 0,42 – 0,84 kg/ha)
Tembakau di persemaian: Terkena penyakit rebah batang (Dosis semprot yang disarankan: 4,5 – 7 kg/ha)
Tembakau: Rentan terhadap penyakit patik daun (Dosis semprot yang disarankan: 1,6 – 3,2 kg/ha)
Tomat: Terkena penyakit busuk daun (Dosis semprot yang disarankan: 1,6 – 2,4 kg/ha)
Vanili: Menghadapi masalah busuk batang (Dosis semprot yang disarankan: 0,9 kg/ha).

Dalam praktik budidaya tanaman, pertumbuhan optimal dan kesehatan tanaman menjadi investasi yang krusial. Oleh karena itu, upaya yang cepat dan efektif harus dilakukan segera setelah hama dan penyakit terdeteksi, semakin awal ditemukan, semakin mudah untuk mengatasinya.

Baca Juga : Manfaat Amistartop untuk Cabe

Pembudidaya tanaman harus mengaplikasikan pestisida dengan bijak sebagai agen pengendali hama dan penyakit, sehingga residu yang tersisa tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan pada masa mendatang.

Demikianlah informasi mengenai Fungsi Dithane M45 80 WP Untuk Tanaman. Semoga informasi ini bermanfaat

About Ayomenanam

Check Also

Perbedaan Antracol Dan Bion M

Perbedaan Antracol Dan Bion M

Perbedaan Antracol Dan Bion M - Dalam dunia pertanian, pengendalian penyakit tanaman merupakan aspek yang sangat krusial dalam meningkatkan hasil panen agar lebih optimal serta meningkatkan kesejahteraan petani. Nah, dua produk fungisida yang sering digunakan dalam upaya pencegahan penyakit tanaman adalah Antracol dan Bion M. Kedua jenis fungisida ini memiliki peran yang berbeda dalam melindungi tanaman dari serangan patogen yang dapat merugikan.