Fungisida Berbahan Aktif Karbendazim

Fungisida Berbahan Aktif Karbendazim

Fungisida Berbahan Aktif Karbendazim – Karbendazim adalah zat aktif yang terkandung dalam fungisida. Fungisida ini memiliki peran penting dalam melawan penyakit pada tanaman padi, seperti hawar upih daun (Rhizoctonia solani) dan bercak daun padi (Cercospora sp). Selain itu, karbendazim juga efektif dalam mengendalikan penyakit antraknosa (Colletotrichum capsici) pada tanaman cabai.

Selain sebagai pengendali tiga penyakit tersebut, karbendazim juga digunakan sebagai seed treatment atau perlakuan benih pada tanaman. Karbendazim ditemukan pada tahun 1973 dan masuk ke dalam golongan 1, yaitu benzimidazol, menurut Fungicide Resistance Action Committee (FRAC). Golongan benzimidazol bekerja dengan menghambat sintesis beta-tubulin, pembentukan appresoria, dan pertumbuhan miselia jamur.

Baca Juga : Obat Moler Paling Ampuh Pada Bawang

Menurut informasi yang dikutip dari situs kliktani.com, terdapat 21 merek dagang fungisida yang menggunakan karbendazim sebagai zat aktif. Berikut adalah daftar 21 merek fungisida berbahan aktif karbendazim.

AZTECA 600 SC

Azteca 600 SC merupakan fungisida sistemik berupa suspensi kental yang digunakan untuk melawan penyakit pada tanaman padi, cabai, bawang, jagung, dan sebagainya.

Fungisida Azteca 600 SC merupakan produk unggulan dari PT. Rotam Indonesia. Produk ini mengandung tiga bahan aktif, yaitu azoxystrobin 75 g/l, bebukonasol 165 g/l, dan karbendazim 360 g/l.

Baca Juga : Daftar Insektisida Bahan Aktif Asefat

BENDAS 50 WP

Bendas 50 WP adalah fungisida yang mengandung karbendazim 50%. Fungisida ini bekerja secara sistemik dengan sifat protektif dan kuratif. Bendas 50 WP berbentuk tepung yang dapat diubah menjadi suspensi untuk melawan penyakit pada tanaman padi, cabai, tomat, tembakau, dan sebagainya.

Fungsi Fungisida Bendas 50 WP

Bendas 50 WP adalah fungisida sistemik dengan dua efek, yaitu perlindungan dan penyembuhan. Fungisida ini akan terserap secara sistemik oleh akar dan jaringan hijau tanaman.

Bendas 50 WP efektif dalam mencegah penyakit pada tanaman buah-buahan, sayuran, biji-bijian, bunga, padi, dan kapas. Selain itu, Bendas 50 WP juga dapat digunakan untuk mencegah pembusukan buah-buahan segar dalam penyimpanan dingin dengan dosis konsentrasi 0,3-0,5 g/l, sehingga dapat memperpanjang masa penyimpanan buah.

Baca Juga : Insektisida Bahan Aktif Spinetoram

Untuk perlakuan benih, digunakan dosis 0,6-0,8 g/kg benih untuk mencegah penyakit seperti Tilletia, Ustilago, Fusarium, dan Septoria pada biji-bijian, serta mencegah penyakit Rhizoctonia pada tanaman kapas.

Petunjuk Penggunaan Fungisida Bendas 50 WP:

CABAI

  • Penyakit: Patek / Antraknosa Colletotrichum capsici
  • Dosis/Konsentrasi: 0,375 – 0,75 g/l
  • Waktu Aplikasi: Penyemprotan Volume Tinggi

KARET

  • Penyakit: Penyakit Bidang Sadap (Ceratocystis nicotinidae)
  • Dosis/Konsentrasi: 100 g/l
  • Waktu Aplikasi: Dioleskan Pada Bidang Sadap Yang Terserang

Baca Juga : Insektisida Bahan Aktif Diafentiuron

TEMBAKAU

  • Penyakit: Cercospora nicotinidae
  • Dosis/Konsentrasi: 1 kg/ha
  • Waktu Aplikasi: Penyemprotan Volume Tinggi

SAYURAN

  • Penyakit: Penyakit Epidemis
  • Dosis/Konsentrasi: 1-1,5 kg/ha
  • Waktu Aplikasi: Penyemprotan Volume Tinggi

ANGGUR

  • Penyakit: Scelerotia
  • Dosis/Konsentrasi: 1-1,5 kg/ha
  • Waktu Aplikasi: Penyemprotan Volume Tinggi

Baca Juga : Samite Bahan Aktif

PADI

  • Penyakit: Karet Daun / Sclerotia
  • Dosis/Konsentrasi: 1-1,5 kg/ha
  • Waktu Aplikasi: Penyemprotan Volume Tinggi

CABZIM 500 SC

Cabzim 500 SC adalah fungisida berbahan aktif karbendazim dengan konsentrasi 500 gram/liter. Fungisida ini bekerja secara sistemik dengan sifat protektif dan kuratif. Cabzim 500 SC berbentuk suspensi kental yang digunakan untuk mengendalikan penyakit hawar upih daun Rhizoctonia solani.

Untuk mengendalikan penyakit hawar upih daun, lakukan penyemprotan dengan volume tinggi menggunakan dosis konsentrasi 0,5-1 ml/l. Hal ini akan memaksimalkan efektivitas bahan aktif karbendazim yang terkandung dalam Cabzim 500 SC.

Baca Juga : Bahan Aktif Piridaben

COZENE 70/10 WP

COZENE 70/10 WP merupakan sebuah fungisida sistemik yang memiliki sifat protektif dan kuratif. Fungisida Cozone 70/10 WP mengandung dua bahan aktif, yaitu mankozeb sebanyak 70% dan karbendazim sebanyak 10%.

Fungisida COZENE 70/10 WP hadir dalam bentuk tepung yang dapat disuspensikan (Wettable powder/WP) dengan warna kuning. Produk ini diformulasikan untuk mengendalikan penyakit penting yang disebabkan oleh jamur pada tanaman cabai, karet, dan kentang.

Selain itu, fungisida ini tidak menimbulkan efek toksik pada tanaman jika digunakan sesuai petunjuk. Kombinasi dua bahan aktif, karbendazim dan mankozeb, meningkatkan efektivitas fungisida ini dalam membunuh jamur patogen.

Baca Juga : Bahan Aktif Klorfenapir

ENTIBLU 450/100 SC

Entiblu 450/100 SC adalah fungisida yang digunakan sebagai pengawet kayu. Fungisida Entiblu mengandung dua bahan aktif, yaitu Kaibendazim sebanyak 100 gram per liter dan Klorotalonil sebanyak 450 gram per liter.

Fungisida ini mampu mengendalikan pertumbuhan jamur biru Diplodia sp. pada kayu gergajian dengan dosis pencelupan antara 2,250 kg/m3 hingga 8 minggu perendaman.

Baca Juga : Keunggulan Bahan Aktif Metalaksil

HAGAN 80 WP

HAGAN 80 WP adalah fungisida yang mengandung Karbendazim 80% sebagai bahan aktif. Fungisida ini bekerja secara sistemik dan dapat digunakan pada berbagai jenis tanaman, seperti sayuran dan buah-buahan.

Fungisida Hagan 80 WP efektif dalam mengendalikan berbagai penyakit tanaman, antara lain:

  • Padi: Karat Daun, Busuk Pelepah, dan Jamur Bulir
  • Cabai: Busuk Buah
  • Tomat: Black Spot (jamur Hitam)
  • Karet: Busuk Bidang dan Busuk Daun
  • Semangka: Karat Daun, Busuk Batang, dan Busuk Akar
  • Pare: Busuk Akar
  • Sayuran: Karat di daun
  • Bawang daun: Penyakit bercak ungu (Alternaria solani) dan penyakit embun bulu (Peronospora destructor)

Baca Juga : Kelebihan Bahan Aktif Difenokonazol

EXACAR 100 EC

Hexacar 100 EC adalah fungisida sistemik dalam bentuk pekatan yang dapat diemulsikan. Produk ini digunakan untuk mengendalikan penyakit antraknosa (patek) pada tanaman cabai.

Fungisida Hexacar 100 EC merupakan produk unggulan dari PT Sinar General Industries, yang mengandung dua bahan aktif, yaitu heksakonazol sebanyak 50 gram per liter, dan karbendazim sebanyak 50 gram per liter.

KRESNAVIN 50 WP

Kresnavin 50 WP adalah jenis fungisida yang mengandung karbendazim sebanyak 50 gram per liter. Fungisida ini bekerja secara sistemik untuk melindungi dan menyembuhkan tanaman padi dari penyakit hawar upih daun yang disebabkan oleh Rhizoctonia solani. Kresnavin 50 WP berbentuk serbuk yang dapat diencerkan untuk mengendalikan penyakit tersebut.

Baca Juga : Bahan Aktif Lufenuron

NARCIM 80 WP

Narcim 80 WP merupakan fungisida yang mengandung karbendazim sebanyak 80 gram per liter. Fungisida ini memiliki mekanisme kerja sistemik yang berfungsi melindungi dan menyembuhkan tanaman bawang merah dari penyakit antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum spp. Narcim 80 WP hadir dalam bentuk serbuk yang dapat diencerkan untuk mengendalikan penyakit tersebut.

SAGRI-MANZIM 65/20 WP

SAGRI-MANZIM 65/20 WP adalah fungisida yang mengandung karbendazim sebanyak 20% dan mancozeb sebanyak 65%. Fungisida ini berbentuk serbuk biru yang dapat diencerkan dan digunakan untuk mengendalikan berbagai penyakit pada tanaman bawang merah, padi, cabai, dan sayuran lainnya. Penyakit yang dapat dikendalikan termasuk busuk daun, bercak daun, busuk buah, busuk batang, dan busuk akar.

Baca Juga : Fungsi Fungisida Azoksistrobin

SITARA 80 WP

Sitara 80 WP adalah fungisida yang mengandung karbendazim sebanyak 72 gram per liter dan heksakonazol sebanyak 8 gram per liter. Fungisida ini bekerja secara sistemik untuk melindungi dan menyembuhkan tanaman bawang merah dari penyakit bercak ungu yang disebabkan oleh Alternaria porri. Sitara 80 WP berbentuk serbuk yang dapat diencerkan dan digunakan untuk mengendalikan penyakit tersebut.

TAFT 75 WP

Taft 75 WP adalah fungisida yang mengandung karbendazim sebanyak 12 gram per liter dan mancozeb sebanyak 63 gram per liter. Fungisida ini memiliki mekanisme kerja sistemik yang berfungsi melindungi dan menyembuhkan tanaman dari berbagai jenis penyakit. Beberapa contoh penyakit yang dapat dikendalikan menggunakan Taft 75 WP antara lain:

  • Bawang merah: penyakit bercak ungu Alternaria porri (Dosis penyemprotan: 2 g/l)
  • Cabai: penyakit antraknosa Colletotrichum capsici (Dosis penyemprotan: 2 g/l)
  • Jagung: penyakit hawar daun Helminthosporium turcicum (Dosis penyemprotan: 2 g/l)
  • Kakao: penyakit busuk buah Phytophthora palmivora (Dosis penyemprotan: 0,5 g/l)
  • Kedelai: penyakit karat Phakopsora pachyrhizi (Dosis penyemprotan: 2 g/l)
  • Kentang: penyakit hawar daun Phytophthora infestans (Dosis penyemprotan: 2 g/l)
  • Lada: penyakit busuk pangkal batang Phytophthora capsici (Dosis penyemprotan: 2 g/l)
  • Padi: penyakit bercak coklat Cercospora janseana (Dosis penyemprotan: 2 g/l)

Baca Juga : Keunggulan Bahan Aktif Klorfenapir

TANTAN 250 SC

Tantan 250SC adalah jenis fungisida yang mengandung karbendazim sebanyak 125 gram per liter dan tebukonazol sebanyak 125 gram per liter. Fungisida tantan bekerja dengan cara sistemik yang melindungi dan menyembuhkan tanaman cabai dari penyakit bercak daun Cercospora sp. Tantan 250SC berbentuk pekatan yang dapat diubah menjadi suspensi untuk pengendalian penyakit tersebut.

ROLITOP 475 SC

Rolitop 475SC adalah fungisida dengan kandungan azoksistrobin sebanyak 60 g/l, karbendazim sebanyak 250 g/l, dan tebukonazol sebanyak 165 g/l. Fungisida ini bekerja secara sistemik, memiliki sifat protektif dan kuratif, dan berbentuk pekatan suspensi.

Baca Juga : Keunggulan Bahan Aktif Beta Siflutrin

TUOFU 45 WP

Tuofu 45WP adalah fungisida sistemik yang memiliki sifat protektif dan kuratif. Fungisida ini berbentuk tepung yang dapat diubah menjadi suspensi. Kandungan karbendazim dalam Tuofu 45WP adalah 15%, sedangkan kandungan tiram adalah 30%. Fungisida ini digunakan untuk melawan penyakit pada tanaman karet, teh, dan tembakau. Misalnya, untuk tanaman karet, Tuofu 45WP efektif melawan penyakit bidang sadap Ceratocystis fimbriata dengan penyemprotan menggunakan volume tinggi sebanyak 2 g/l.

KENOSIS 60 WP

Kenosis 60WP adalah fungisida sistemik yang memiliki sifat protektif dan kuratif. Fungisida ini berbentuk tepung yang dapat diubah menjadi suspensi. Kandungan karbendazim dalam Kenosis 60WP adalah 60%. Fungisida ini digunakan untuk melawan penyakit pada tanaman bawang merah, seperti bercak ungu Alternaria porri. Penyemprotan dengan volume tinggi sebanyak 1 g/l sangat efektif untuk melawan penyakit tersebut.

Baca Juga : Cara Kerja Bahan Aktif Dimetoat

DKPOXIBEN 250 SC

DkpoXiben 250SC adalah jenis fungisida yang mengandung epoksikonazol sebanyak 125 g/l dan karbendazim sebanyak 125 g/l. Fungisida ini memiliki sifat preventif, kuratif, dan sistemik. DkpoXiben 250SC berbentuk pekatan suspensi. Untuk tanaman padi, fungisida ini efektif melawan penyakit hawar pelepah Rhizoctonia solani dengan penyemprotan menggunakan volume tinggi sebanyak 0,5 ml/l.

DAKOZIM 80 WP

Dakozim 80WP adalah fungisida sistemik yang memiliki sifat protektif dan kuratif. Fungisida ini berbentuk tepung yang dapat diubah menjadi suspensi. Kandungan karbendazim dalam Dakozim 80WP adalah 80%. Fungisida ini digunakan untuk melawan penyakit pada tanaman cabai, seperti antraknosa Colletotrichum gloeosporioides. Penyemprotan dengan volume tinggi sebanyak 1,5 g/l sangat efektif dalam pengendalian penyakit tersebut.

Baca Juga : Cara Kerja Bahan Aktif Karbendazim

PASKAL 50 WP

PASKAL 50 WP adalah fungisida sistemik dengan kandungan karbendazim sebesar 50%. Fungisida ini berbentuk tepung yang mudah larut dalam air. PASKAL 50 WP efektif untuk melindungi dan mengobati penyakit bidang sadap pada tanaman karet, seperti Ceratocystis fimbriata. Untuk aplikasi pada tanaman karet, disarankan menggunakan volume penyemprotan sebanyak 2 gram per liter.

Selain itu, PASKAL 50 WP juga dapat digunakan untuk melawan penyakit hawar pelepah pada tanaman padi yang disebabkan oleh Rhizoctonia solani. Untuk aplikasi pada tanaman padi, cukup menggunakan volume penyemprotan sebanyak 0,5 gram per liter.

Baca Juga : Kegunaan Bahan Aktif Tiametoksam

SAAF 75 WP

SAAF 75 WP merupakan fungisida protektif yang mengandung karbendazim sebanyak 12% dan mankozeb sebanyak 63%. Fungisida ini berbentuk tepung yang mudah larut dalam air. SAAF 75 WP efektif untuk melindungi tanaman padi dari penyakit pembusuk daun yang disebabkan oleh Phytophthora infestans. Untuk aplikasi pada tanaman padi, disarankan menggunakan volume penyemprotan sebanyak 2 gram per liter.

BENZIM 50 WP

BENZIM 50 WP adalah fungisida sistemik yang mengandung karbendazim sebanyak 15% dan kuintozen sebanyak 35%. Fungisida ini berbentuk tepung yang mudah larut dalam air. BENZIM 50 WP efektif untuk melindungi dan mengobati tanaman kubis dari penyakit akar gada yang disebabkan oleh Plasmodiophora brassicae. Untuk aplikasi pada tanaman kubis, disarankan menggunakan volume penyemprotan sebanyak 1,5 gram per liter.

Baca Juga : Kegunaan Bahan Aktif Simoksanil

Demikianlah informasi mengenai Fungisida Berbahan Aktif Karbendazim. Semoga informasi ini bermanfaat.

About Ayomenanam

Check Also

Keunggulan Herbisida Clipper

Keunggulan Herbisida Clipper

Keunggulan Herbisida Clipper - Herbisida Clipper 25 OD adalah salah satu pestisida yang dapat menjadi solusi dalam membantu petani mengatasi masalah gulma pada pertanaman padi. Dengan formula cairan pembasmi gulma sistemik purna tumbuh, Clipper hadir sebagai solusi efektif dengan berbagai keunggulan.