Fungisida Bahan Aktif Tembaga

Fungisida Bahan Aktif Tembaga

Fungisida Bahan Aktif Tembaga – Terdapat berbagai merk fungisida yang mengandung bahan aktif tembaga yang sangat melimpah. Bahan aktif tembaga pada fungisida memiliki beberapa jenis, seperti Hidroksida, Oksida, Oksiklorida, dan Sulfat. Fungisida dengan bahan aktif tembaga ini berfungsi untuk efektif mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh jamur, seperti hawar daun, blast, dan lainnya.

Dalam pengendalian penyakit, fungisida bahan aktif tembaga bekerja dengan melepaskan partikel ion tembaga (Cu2+) ke tubuh tanaman. Partikel ini akan melapisi permukaan daun dan berperan sebagai sumber ion yang terus melepaskan Cu2+.

Baca Juga : Fungisida Golongan Triazol

Selain itu, ion tembaga bebas juga berfungsi sebagai perisai untuk melindungi tanaman dari infeksi penyakit, sehingga tanaman dapat terlindungi dari serangan jamur.

Selain jenis kombinasi yang telah disebutkan sebelumnya, seperti trembaga Hidroksida, Tembaga Oksida, Tembaga Oksiklorida, dan Sulfat, terdapat pula beberapa merk fungisida yang mengandung bahan aktif tembaga dari berbagai pabrik pembuat pestisida. Berikut ini adalah 5 merk fungisida dengan bahan aktif tembaga yang direkomendasikan.

Baca Juga : Dosis Insektisida Abacel Untuk Padi Dan Tanaman lain

Fungisida COPCIDE 77WP

Fungisida Copcide 77WP, inovasi terbaru dari Cap Kapal Terbang, menggunakan bahan aktif tembaga hidroksida (Cu(OH)2) yang terbukti sangat efektif dalam melindungi tanaman dari serangan jamur dan bakteri.

Dengan bahan aktif tembaga hidroksida (copper hydroxide), fungisida ini memiliki kemampuan ganda sebagai pengendali jamur (fungisida) dan pengendali bakteri (bakterisida).

Baca Juga : Cara Menggunakan Abacel 18EC

Salah satu keunggulan Copcide 77WP adalah ukuran partikelnya yang lebih kecil dan berbentuk tepung (Wettable Powder/WP), yang memberikan luas permukaan partikel yang lebih besar. Hal ini menjadikannya lebih efektif dalam melawan serangan penyakit pada tanaman.

Cara kerja fungisida Copcide 77WP sangat menarik. Ketika larut dalam air, kristalnya secara perlahan terurai dan melepaskan ion tembaga bebas (Cu2+) yang memiliki sifat bioaktif.

Baca Juga : Cara Menggunakan Herbisida Rumpas Untuk Cabe, Padi, dan Tanaman Lainnya

Partikel-partikel ini akan melapisi permukaan daun tanaman dan berperan sebagai sumber ion, secara berkelanjutan melepaskan ion Cu2+ yang tidak hanya melindungi tanaman dari infeksi penyakit, tetapi juga memiliki efek perlindungan sebagai perisai.

Ion Cu2+ memiliki daya ikat yang kuat dan mampu menggantikan ion logam lain dalam bentuk biomolekul. Selain itu, ion tersebut memiliki kemampuan merusak molekul protein target dengan mengubah bentuk dan merusak fungsi enzim serta sistem transportasi energi.

Baca Juga : Cara Membuat Racun Rumput Pada Tanaman Jagung

Selain dampaknya pada jamur, Copcide 77WP juga mampu menghambat pembelahan sel pada bakteri, yang merupakan proses reproduksi mereka.

Dengan sifat spektrum pengendalian yang luas (broad spectrum), fungisida ini dapat mengatasi berbagai jenis jamur dan bakteri secara efektif, menjadikannya pilihan yang ideal dalam menjaga kesehatan dan keberhasilan pertumbuhan tanaman.

Baca Juga : Cara Penggunaan Bahan Aktif Serendy yang Baik untuk Tanaman Padi

Fungisida Funguran 80 WP

FUNGURAN 80 WP adalah fungisida yang mengandung bahan aktif Tembaga Hidroksida 80%. Fungisida ini efektif dalam mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh jamur pada tanaman cabai, kentang, tomat, dan teh.

Keunggulan Fungisida Funguran 80WP

Berikut adalah keunggulan Fungisida Funguran 80WP:

  • Perlindungan andal terhadap jamur dan bakteri.
  • Berspektrum luas, baik sebagai fungisida maupun bakterisida. Fungisida ini dapat melindungi tanaman dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh jamur dan bakteri pada berbagai jenis tanaman.
  • Memberikan nutrisi bagi tanaman karena mengandung tembaga, sehingga tanaman menjadi lebih subur dan menghasilkan hasil yang optimal.
  • Memiliki daya rekat yang kuat sehingga tidak mudah tercuci oleh air siraman atau hujan.
  • Tidak bersifat korosif, tidak merusak alat semprot, dan tidak menyebabkan penyumbatan pada nosel.
  • Tidak menyebabkan resistensi ketika digunakan dalam jangka panjang.

Baca Juga : Cara Aplikasi Fungisida Trendsida 335WSC

Dosis Fungisida Funguran 80WP

Berikut adalah dosis penggunaan Fungisida Funguran 80WP:

  • Cabai Merah (Antraknosa Colletothricum Sp): Dosis 0,5-1 gram per liter.
  • Kentang (Busuk Daun/Lodoh/Phythopthora Infestans): Dosis 1-2 kilogram per hektar.
  • Tomat (Busuk Daun/Lodoh/Phythopthora Infestans): Dosis 1-2 kilogram per hektar.
  • Teh (Cacar Daun/Exobasidium vexans): Dosis 62,5-125 gram per hektar.

Baca Juga : Cara Penggunaan Fungisida Ventra 75WP

PERINGATAN!

Jangan mencampur Fungisida Funguran dengan pestisida lain yang bersifat basa kuat, seperti bubur Bordeaux, bubur California, atau sabun Cuci.

Fungisida NORDOX 56WP

NORDOX 56 WP AS, sebuah formulasi WP buatan NORDOX 56 WP dari Norwegia, mengandung bahan aktif Copper Oxide sebesar 56% yang setara dengan Cu 50%.

Fungisida NORDOX 56 WP bekerja sebagai Fungisida dan Bakterisida yang kuat. Sebagai pengendali jamur, bahan aktif dan pembawanya yang terdiri dari unsur mikro Cu dan sekunder Ca/mg memberikan efek “Tonic” pada tanah yang kekurangan unsur hara.

Baca Juga : Manfaat Fungisida Berbahan Aktif Klorotalonil

Produk ini diakui sebagai bahan alami karena terbuat dari bahan-bahan alam dan telah masuk ke dalam Pertanian “Organic Material Reviews Institute” (OMRI) di Amerika dan Institute of Marketecology (IMO) di Uni Eropa.

Pada tanaman padi, NORDOX 56 WP diaplikasikan bersamaan dengan pemupukan UREA / NPK sebelum tanam, serta pada 15 dan 30 hari setelah tanam. Hasilnya, tanaman akan tumbuh subur dengan pertumbuhan anakan yang lebih banyak dan terbebas dari serangan keong mas. Selain itu, sebagai bakterisida/fungisida, produk ini juga mampu menekan perkembangan penyakit seperti kresek/Blast. Jika masih terdapat serangan penyakit dari luar area, fungisida NORDOX 56 WP dapat disemprotkan dengan interval seminggu sekali hingga serangan penyakit berhenti berkembang.

Baca Juga : Bahan Aktif Preza 100 OD

Dosis dan Fungsi Fungisida Nordox 56WP

Berikut adalah dosis dan fungsi Fungisida Nordox 56 WP pada beberapa tanaman:

  • Jagung: digunakan untuk penyakit bulai Peronosclerospora maydis (Perlakuan benih: 10 – 20 g/kg benih)
  • Kakao: digunakan untuk penyakit busuk buah Phytophthora palmivora (Penyemprotan volume tinggi: 3 – 6 g/l)
  • Kentang: digunakan untuk penyakit busuk daun Phytophthora infestans (Penyemprotan volume tinggi: 1 – 2 kg/ha)
  • Kopi: digunakan untuk penyakit karat daun Hemileia vastatrix (Penyemprotan volume tinggi: 2 kg/ha)
  • Padi: digunakan untuk penyakit blas Pyricularia oryzae (Penyemprotan volume tinggi: 1 – 2 g/l)
  • Padi: digunakan untuk penyakit hawar daun Xanthomonas oryzae (Penyemprotan volume tinggi: 3 g/l)
  • Padi: digunakan untuk penyakit bakteri daun bergores Xanthomonas oryzae (Perlakuan benih: 2,5 g/kg benih)
  • Padi gogo: digunakan untuk penyakit hawar daun bakteri Xanthomonas campestris (Penyemprotan volume tinggi: 0,5 – 1 g/l)
  • Teh: digunakan untuk penyakit cacar daun Exobasidium vexans (Penyemprotan volume tinggi: 7,5 – 15 g/ha)

Baca Juga : Golongan Herbisida Selektif Untuk Singkong dan Berbagai Jenis Tanaman

Fungisida KUPROXAT 345SC

KUPROXAT 345 SC adalah fungisida yang memiliki kemampuan juga sebagai bakterisida. Mengandung tembaga oxysulfat sebagai bahan aktifnya, produk ini direkomendasikan untuk mengendalikan penyakit hawar daun pada padi sawah (Kresek), penyakit antraknosa pada tanaman cabai, penyakit blendok pada jeruk, dan penyakit busuk buah pada kakao.

Baca Juga : Kegunaan Fungisida Topsin 500 SC

Keunggulan Fungisida KUPROXAT 345 SC

Keunggulan dari produk ini adalah sebagai berikut:

  • Fungisida KUPROXAT 345 SC mengandung tri-basic Copper Sulfate sebagai bahan aktifnya.
  • Partikelnya sangat halus dan memiliki daya melekat yang baik, membuatnya efektif sebagai fungisida maupun bakterisida.
  • Produk ini merupakan satu-satunya yang diformulasikan dalam bentuk cair dengan bahan aktif tembaga.
  • Spektrumnya yang luas bekerja secara multisite, mengurangi kemungkinan jamur resisten.
  • Pelepasan ion Cu terkontrol dengan baik dan bersifat slow release, sehingga tidak merusak tanaman dan mampu melindungi tanaman dari jamur dan bakteri dalam jangka waktu yang lama.
  • Ukuran partikelnya yang paling kecil dibandingkan dengan fungisida tembaga lainnya, memberikan penutupan yang baik pada tanaman.
  • Produk ini tahan terhadap pencucian air hujan (rainfastness).
  • Formulasi pH dan larutan semprotnya netral, sehingga tanaman tidak mengalami stres saat disemprot.
  • Stabilitas suspensi yang tinggi pada larutan dalam tangki, menghindari pengendapan dan penyumbatan nozzle.

Baca Juga : Fungsi Insektisida Sankill 530/60 EC Untuk Berbagai Tanaman

Fungisida CUPROPHOS 15/30 WG

CUPROPHOS 15/30 WG merupakan fungisida protektif berbentuk butiran yang dapat larut dalam air. Fungisida ini mengandung bahan aktif mankozeb sebesar 30% dan tembaga sulfat sebesar 15%. Penggunaannya sangat efektif dalam mengendalikan penyakit hawar daun (Phytophthora infestans).

Itulah Fungisida Bahan Aktif Tembaga, yaitu hidroksida, oksida, oksiklorida, dan sulfat. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat memperluas pengetahuan kita semua. Terima kasih.

About Ayomenanam

Check Also

Perbedaan Loyant dan Novlect

Perbedaan Loyant dan Novlect

Perbedaan Loyant dan Novlect - Gulma merupakah tumbuhan yang tak diinginkan oleh petani. Gulma menjadi pesaing serius bagi tanaman utama seperti padi. Dalam konteks budidaya padi, gulma terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu rumput, berdaun lebar, dan teki.