Daftar Insektisida Sistemik Untuk Ulat

Daftar Insektisida Sistemik Untuk Ulat

Daftar Insektisida Sistemik Untuk Ulat – Saat ini insektisida sistemik untuk ulat saat ini sangat berperan penting untuk para petani karena ulat merupakan hama tanaman yang menjadi musuh nomor satu untuk para petani. Insektisida akan membantu para petani yang kesulitan mengendalikan hama ulat yang terbilang sukar untuk dikendalikan, sehingga tidak ada cara lain selain memakai insektisida sistemik untuk mencegah penyebaran hama ulat tersebut.

Daftar insektisida sistemik untuk ulat saat ini merupakan informasi yang sangat dibutuhkan oleh para petani sehingga mereka dapat mengetahui apa saja jenis dan merk insektisida yang ada di pasaran dengan melihat harga dan juga kualitas dari merk insektisida tersebut. Kelebihan dari insektisida sistemik jika dibandingkan dengan dengan insektisida cara kontak adalah insektisida sistemik lebih unggul dalam mengatasi jenis hama yang punya kemampuan untuk sembunyi misalnya ulat batang.

Baca Juga : Nativo VS Amistar Top

Ulat batang dapat memberikan kerusakan yang fatal untuk tanaman bahkan bisa menyebabkan para petani jadi gagal panen. Penyakit yang biasanya dikenal dengan naman beluk dan sundep ini merupakan musuh bebuyutan bagi para petani.

Kebanyakan para petani hanya memakai pestisida untuk mengatasi hama sehingga bisa menyebabkan resistensi hama terhadap pestisida. Nah, untuk itu kamu sebagai petani harus pintar dalam memakai insektisida agar tidak terjadi resistensi atau kekebalan hama pada pestisida.

Insektisida sendiri mempunyai 3 jenis sediaan yang berbeda, yaitu padat, cair, dan gas. Tapi, secara umum yang dipakai oleh kebanyakan orang ialah bentuk cair dan padat. Cara pemakaiannya pun berbeda-beda. Ada yang disemprot dan ada juga yang ditabur.

Baca Juga : Kegunaan Virtako

Daftar Insektisida Sistemik Untuk Ulat

1. VIRTAKO 300 SC

Bahan aktif : klorantraniliprol 100 gram/liter dan tiametoksam 200 gram/liter.
Mekanisme kerja : Insektisida racun kontak dan sistemik dalam bentuk suspensi pekat.

2. HOKITAN 500 SL

Bahan aktif : dimehipo 500 gram/liter.
Mekanisme kerja : Insektisida sistemik, racun kontak dan lambung dalam bentuk larutan didalam air.

Baca Juga : Bahan Aktif Fungisida Yang Tidak Boleh Dicampur

3. JOKI 400 SL

Bahan aktif : dimehipo 400 gram/liter.
Mekanisme kerja : Insektisida sistemik racun kontak dan lambung dalam bentuk larutan didalam air.

4. SPONTANKING 400 SL

Bahan aktif : monosultap 400 gram/liter.
Mekanisme kerja : Insektisida sistemik racun kontak dan lambung dalam bentuk larutan dalam air.

5. HYPOTEXT 500 SL

Bahan aktif : dimehipo 500 gram/liter.
Mekanisme kerja : Insektisida sistemik, racun kontak dan lambung dalam bentuk larutan dalam air.

Baca Juga : Bahan Aktif Pestisida Yang Tidak Boleh Dicampur

6. HYPOLAX 400 SL

Bahan aktif : dimehipo 400 gram/liter.
Mekanisme kerja : Insektisida sistemik racun kontak dan lambung dalam bentuk larutan dalam air.

7. RESPECT 200 EC

Bahan aktif : karbosulfan 200 gram/liter.
Mekanisme kerja : Insektisida racun kontak, lambung, dan sistemik dalam bentuk pekatan yang bisa dibuat dalam bentuk emulsi.

Baca Juga : Dosis Curacron Per Tangki

8. TAURUS 200 EC

Bahan aktif : karbosulfan 200 gram/liter.
Mekanisme kerja : Insektisida sistemik racun kontak dan lambung dalam bentuk pekatan yang bisa dibuat dalam bentuk emulsi.

9. BALISTIC 50 SC

Bahan aktif : fipronil 50 gram/liter.
Mekanisme kerja : Insektisida sistemik racun kontak dan lambung dalam bentuk suspensi pekat.

10. APRONIL 50 SC

Bahan aktif : fipronil 50 gram/liter.
Mekanisme kerja : Insektisida sistemik racun kontak dan lambung dalam bentuk suspensi pekat.

Baca Juga : Dosis Tabas Per Tangki

11. REGENT 50 SC

Bahan aktif : fipronil 50 gram/liter.
Mekanisme kerja : Insektisida sistemik racun kontak, lambung serta zat pengatur tumbuh tanaman dalam bentuk pekatan suspensi.

12. PANZER 290 SL

Bahan aktif : bisultap 290 gram/liter
Mekanisme kerja : Insektisida sistemik racun kontak dan lambung dalam bentuk larutan didalam air.

Baca Juga : Fungisida Dicampur Gandasil B

13. PADAN 50 SP

Bahan aktif : kartap hidroklorida 50 %
Mekanisme kerja : Insektisida sistemik, racun kontak serta lambung dalam bentuk tepung yang bisa larut didalam air.

14. NARAHYPO 505 SL

Bahan aktif : dimehipo 505 gram/liter.
Mekanisme kerja : Insektisida sistemik, racun kontak serta lambung dalam bentuk larutan didalam air.

15. MARSHAL 200 SC

Bahan aktif : karbosulfan 200 gram/liter.
Mekanisme kerja : Insektisida sistemik racun kontak serta lambung dalam bentuk suspensi pekat.

Baca Juga : Herbisida Pra Tumbuh Terbaik

16. MATRIX 200 EC

Bahan aktif : karbosulfan 200 gram/liter.
Mekanisme kerja : Insektisida sistemik racun kontak serta lambung dalam bentuk pekatan yang bisa dibuat dalam bentuk emulsi.

17. SANDIMAS 400 SL

Bahan aktif : dimehipo 400 gram/liter.
Mekanisme kerja : Insektisida sistemik racun kontak serta lambung dalam bentuk larutan didalam air.

18. AGADI 50 SC

Bahan aktif : fipronil 50 gram/liter.
Mekanisme kerja : Insektisida sistemik racun kontak serta lambung dalam bentuk suspensi pekat.

Baca Juga : Manfaat daun beluntas

Itulah tadi informasi seputar daftar insektisida sistemik untuk ulat. Semoga bisa menambah wawasan kamu dakam memilih insektisida sistemik yang cocok untuk diaplikasikan pada tanaman kamu. Silahkan share postingan ini ke teman-teman kamu jika kamu merasa informasi ini bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

About Ayomenanam

Check Also

Berapa Lama Waktu Dibutuhkan Sebelum Tanaman Cangkok Dipisahkan Dari Induknya

Berapa Lama Waktu Dibutuhkan Sebelum Tanaman Cangkok Dipisahkan Dari Induknya

Ayomenanam - Berapa Lama Waktu Dibutuhkan Sebelum Tanaman Cangkok Dipisahkan Dari Induknya ? Jawaban: Tanaman hasil cangkokan biasanya dapat dipisahkan dari induknya setelah tumbuh banyak akar atau kurang lebih sekitar satu hingga dua bulan