Bahan Aktif Untuk Walang Sangit

Bahan Aktif Untuk Walang Sangit

Bahan Aktif Untuk Walang Sangit – Tersedia beberapa jenis bahan aktif dalam pestisida untuk mengatasi hama walang sangit pada tanaman padi. Di antaranya terdapat abamectin, siromazin, dan masih banyak lainnya. Semua bahan aktif ini akan saya berikan nanti.

Meskipun penggunaan pestisida kimia untuk mengatasi walang sangit pada tanaman padi mungkin tidak begitu populer, namun saya percaya penting untuk mengetahuinya.

Pengetahuan ini penting sebagai antisipasi ketika kita menghadapi situasi mendesak dan harus segera mengatasi walang sangit pada tanaman padi, di mana kita tidak memiliki waktu untuk mencari alternatif yang ramah lingkungan. Semoga dengan daftar lengkap pestisida kimia ini, dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Baca Juga : Manfaat Dan Cara penggunaan Fungisida Trico G

Beragam bahan aktif dalam pestisida untuk mengatasi walang sangit memang terbukti efektif. Namun, penggunaannya perlu dilakukan dengan bijaksana untuk menghindari dampak buruk jangka panjang terhadap lahan.

Salah satu dampak negatif dari penggunaan berlebihan adalah penurunan kesuburan tanah dan munculnya resistensi walang sangit terhadap bahan aktif dalam pestisida. Awalnya, resistensi walang sangit terbatas pada beberapa kecamatan saja, tetapi jika populasi menyebar, dampaknya bisa menjadi lebih luas.

Oleh karena itu, penting bagi para petani untuk memiliki pengetahuan kolektif tentang kewaspadaan terhadap hama yang berpotensi resisten. Resistensi bisa terjadi hanya karena satu atau beberapa orang yang sembarangan menggunakan pestisida kimia. Akibatnya, walang sangit ini dapat bermigrasi dan menyerang lahan padi di sekitarnya. Penelitian menunjukkan bahwa walang sangit spesies Leptocorisa acuta F. telah mengalami resistensi terhadap bahan aktif pestisida berupa Fipronil.

Baca Juga : Acrobat Fungisida, Rahasia Ampuh Mengatasi Penyakit Jamur pada Tanaman

Dengan demikian, penerapan pestisida yang bijaksana dan pemahaman kolektif mengenai hama resisten menjadi kunci untuk mengatasi permasalahan walang sangit secara efektif.

Bahan aktif untuk walang sangit

Beberapa bahan aktif dalam pestisida memiliki sifat yang sangat luas, yang artinya tidak hanya efektif untuk mengatasi walang sangit, tetapi juga hama lain seperti thrips dan sebagainya. Salah satu contoh bahan aktif yang memiliki spektrum luas ini adalah abamectin, yang tidak hanya digunakan pada tanaman cabe, tetapi juga dapat digunakan untuk tanaman padi.

Baca Juga : Dosis Fungisida Cabrio Top 60 WG

Berikut adalah daftar beberapa bahan aktif pestisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan walang sangit:

  • Abamectin
  • BPMC (Biphenil Metil Carbamat)
  • Siromazin
  • Dinotefuron
  • Esfenvalerat
  • Karbofuran
  • Imidakloprid
  • Fipronil
  • Fenobukarb
  • Dimehipo
  • MIPC

Perlu diingat bahwa daftar 11 bahan di atas adalah bahan aktif dalam pestisida, bukan merek pestisida itu sendiri. Tentu saja, untuk setiap bahan aktif ini, terdapat banyak merek pestisida yang berbeda di pasaran. Satu bahan aktif bisa memiliki puluhan merek yang berbeda. Berikut adalah beberapa merek pestisida yang efektif untuk mengendalikan walang sangit.

Baca Juga : Kegunaan Fungisida Trivia 73 WP

Merk obat bahan aktif untuk walang sangit

Berikut adalah daftar beberapa merk dagang, bahan aktif, dan dosis yang digunakan untuk mengatasi masalah walang sangit. Gunakanlah informasi ini dengan bijaksana dan selalu ikuti petunjuk penggunaan yang tepat serta panduan keamanan:

  • Promectin 18 EC – Mengandung Abamektin 18 g/liter. Dosis: 0,75 – 1 ml/Liter air.
  • Hopper 500 EC – Mengandung BPMC 500 g/liter. Dosis: 1,125 ml/liter air.
  • Guntur 75 WP – Mengandung Siromazin 75%. Dosis: 1,5 – 2 gram/liter air.
  • Greta 500 EC – Mengandung BPMC 500 g/liter. Dosis: 1,5 – 2 ml/liter air.
  • Tenchu 20 SG – Mengandung Dinotefuron 20%. Dosis: 0,5 – 1 gram/liter air.
  • Sumialpha 25 EC – Mengandung Esfenvalerat 25 g/liter. Dosis: 0,5 – 1 gram/liter air.
  • Dharmafur 3 GR – Mengandung Karbofuran 3% (bentuk butiran). Dosis: Penaburan 10 – 20 kg/hektar.
  • Dharmabas 500 EC – Mengandung BPMC 500 g/liter. Dosis: 2 – 4 ml/liter air.
  • Confidor 5 WP – Mengandung Imidakloprid 5%. Dosis: 0,8 kg/hektar.
  • Bronco 500 EC – Mengandung BPMC. Dosis: 1,5 – 2 ml/liter.
  • Biogent 50 SC – Mengandung Fipronil 50 g/liter. Dosis: 0,5 liter/hektar.
  • Besvidor 25 WP – Mengandung Imidakloprid 25%. Dosis: 1 – 2 gram/liter.
  • Baycarb 500 EC – Mengandung Fenobukarb 500 g/liter. Dosis: 0,5 – 1 liter/hektar.
  • Bassa 50 EC – Mengandung Fenobukarb 500 g/liter. Dosis: 2 – 4 ml/liter.
  • Balistic 50 sc – Mengandung Fipronil 50 g/liter. Dosis: 1,5 ml/liter air.
  • Sidatan 410 SL – Mengandung Dimehipo 410 g/liter. Dosis: 0,75 ml/liter.
  • Sidacin 50 WP – Mengandung MIPC 50%. Dosis: 1,5 – 2 kg/hektar.
  • Sidabas 500 EC – Mengandung BPMC 500 g/liter. Dosis: 1,5 – 2 liter/hektar.
  • Penalty 50 SC – Mengandung Fipronil 50 g/liter. Dosis: 1,5 – 2 ml/liter air.
  • Marshal 200 sc – Mengandung Karbosulfan 200 g/liter. Dosis: 1,5 – 2 ml/liter air.
  • MIPCinta 50 WP – Mengandung MIPC 50%. Dosis: 2 kg/hektar.
  • Respect 200 EC – Mengandung Karbosulfan 200 g/liter. Dosis: 1,5 – 2 ml/liter air.
  • Regent 50 SC – Mengandung Fipronil 50 g/liter. Dosis: 375 ml/hektar.

Pastikan untuk mengikuti petunjuk label dengan baik dan lakukan tindakan pencegahan saat menggunakannya. Selalu amati dosis yang benar dan pahami cara pengaplikasiannya untuk hasil yang optimal.

Baca Juga : Manfaat Fungisida Heksa

Demikianlah informasi mengenai bahan aktif untuk walang sangit. Semoga informasi ini bermanfaat.

About Ayomenanam

Check Also

Berikut Ini Merupakan Faktor Yang Menyebabkan Munculnya Wilayah Slum Kecuali

Berikut Ini Merupakan Faktor Yang Menyebabkan Munculnya Wilayah Slum Kecuali

Ayomenanam - Berikut ini merupakan faktor yang menyebabkan munculnya wilayah slum kecuali a. penduduk berpenghasilan rendah b. kondisi rumah tidak memenuhi syarat c. tingkat kriminalitas tinggi d. tidak terjangkau oleh pelayanan kota e. emosi penduduk yang stabil​ Jawaban dari pertanyaan di atas adalah e. emosi penduduk yang stabil​